Rabu, 26 November 2014

“MANAJEMEN STRATEGI PT. PERTAMINA HULU ENERGI” MATA KULIAH MANAJEMEN STRATEGIK




MAKALAH
“MANAJEMEN STRATEGI PT. PERTAMINA HULU ENERGI”
MATA KULIAH MANAJEMEN STRATEGIK
 


Disusun oleh :
1.     Dwi Wahyuningsih           7311412091
2.    Evi Noviasari                     7311412093
3.    Ita Sulistyorini                            73114120



FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014
 

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Alloh SWT yang telah melimpahkan nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga kami masih diberikan kesempatan untuk menyelesaikan makalah “MANAJEMEN STRATEGI PT. PERTAMINA HULU ENERGI”.
Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Strategik. Mengidentifikasi strategi yang digunakan oleh PT. Pertamina yang terdiri dari strategi korporat, bisnis, dan fungsional. PT. Pertamina merupakan perusahaan perminyakan pertama di Indonesia dan sampai saat ini tersebar luas di berbagai wilayah di Indonesia.
Kami ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah berpartisipasi dalam proses pembuatan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa pada umumnya dan mahasiswa manajemen pada khususnya.
Kami menyadari makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun dari pembaca kami harapkan demi perbaikan makalah ini.



                                                                                                Semarang, 23 September 2014


                                                                                                Tim Penulis










BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Sejarah PT Pertamina Hulu Energi merupakan bagian dari perjalanan sejarah PT Pertamina (Persero). Dimulai pada 1957 pemerintah membentuk Permina untuk menangani ladang-ladang minyak dan gas yang semula dikelola perusahaan Belanda. Untuk menyatukan sumber daya yang waktu itu sangat terbatas, Permina bergabung dengan Pertamin menjadi Pertamina pada tahun 1968. Saat itu sampai tahun 2001, Pertamina berstatus sebagai perusahan negara yang diatur dengan UU khusus.
Sebagai respon terhadap dinamika usaha minyak dan gas dunia yang berkembang ketika itu, pada 2001, pemerintah menerbitkan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi No. 22 Tahun 2001. Penerapan UU tersebut telah mengubah status Pertamina dari Perusahaan Negara menjadi Badan Usaha Milik Negara, dengan nama, PT Pertamina (Persero). Konsekuensi dari UU yang menghendaki pemisahan usaha hulu dengan usaha hilir migas tersebut, PT Pertamina (Persero) wajib mendirikan anak perusahaan guna mengelola usaha eksplorasi, eksploitasi dan produksi minyak dan gas.
Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Pertamina (Persero) dan surat persetujuan Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) No. 75/K/DKPP/2001 tanggal 31 Agustus 2001, Direktorat Hulu diminta untuk membentuk anak perusahaan untuk mengelola portofolio usaha sektor hulu minyak dan gas bumi. PT Aroma Operation Service yang sudah berdiri sejak 1989 – semula merupakan perusahaan jasa yang mendukung operasi kilang petrokimia di Cilacap -- kemudian ditunjuk sebagai anak perusahaan PT Pertamina (Persero), yang bergerak di bidang pengelolaan portofolio usaha sektor hulu minyak dan gas bumi serta energi lainnya.
Pada awalnya, perusahaan didirikan sebagai strategic operational armlenght PT Pertamina untuk mengelola portofolio lahan kerja sama dengan pihak-pihak luar yang dulunya ditangani Direktorat Hulu PT Pertamina (Persero) dalam skema JOB PSC, IP, PPI dan BOB. Namun dalam perkembangannya, PHE juga berperan aktif dalam mengelola portofolio bisnis Pertamina di luar negeri.
Hingga akhir 2010 Pertamina Hulu Energi telah mendirikan 36 (tiga puluh enam) anak perusahaan meliputi 9 JOB-PSC (Joint Operating Body–Production Sharing Contract), 16 PPI (PERTAMINA Participating Interest),, 9 PSC-CBM (production sharing contrac Coal Bed Methane) dan satu anak perusahaan di Australia.
Berdasarkan informasi di atas sangat menarik untuk kita mempelajari lebih lanjut tentang strategi usaha yang dilakukan oleh PT. PHE yang terdiri dari strategi korporat, bisnis, dan fungsional sehingga perusahaan tersebut semakain maju dan berkembang untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan.

B.     Rumusan Masalah
Menurut latar belakang yang telah disebutkan di atas dapat diperoleh rumusan masalah sebagai berikut :
1.      Bagaimana profil PT. Pertamina Hulu Energi?
2.      Apa visi dan misi PT PHE?
3.      Bagaimana strategi korporat PT. Pertamina Hulu Energi?
4.      Apa saja strategi bisnis yang digunakan oleh PT. PHE?
5.      Bagaimana strategi fungsional PT. PHE?

C.    Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah :
1.      Mempelajari lebih lanjut tentang strategi usaha yang digunakan oleh PT. PHE.
2.      Mengetahui profil PT. Pertamina Hulu Energi serta visi dan misi perusahaan tersebut.
3.      Mempelajari strategi korporat PT. PHE.
4.      Mempelajari strategi fungsional PT. PHE.
5.      Mempelajari strategi bisnis PT. PHE.






BAB II
PEMBAHASAN

A.    Profil PT. Pertamina Hulu Energi
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero). Perusahaan ini menyelenggarakan usaha hulu di bidang minyak, gas bumi dan energi lainnya. Melalui pengelolaan operasi dan portofolio usaha sektor hulu minyak dan gas bumi serta energi lainnya secara fleksibel, lincah dan berdaya laba tinggi, PHE mengarahkan tujuannya menjadi perusahaan multi nasional yang terpandang di bidang energi, dan mampu memberikan nilai tambah bagi stakeholders.
Pendirian PHE, yang  resmi beroperasi sejak 1 Januari 2008, merupakan konsekuensi dari penerapan UU Migas 2001 yang membatasi satu badan usaha hanya boleh mengelola satu wilayah kerja.  PHE mengelola portofolio bisnis migas melalui berbagai skema kemitraan baik di dalam maupun di luar negeri. Berbagai skema tersebut adalah  JOB-PSC (Joint Operating Body-Production Sharing Conract) di mana PHE bertindak sebagai operator,  termasuk mengelola BLOK ONWJ dan Blok West Madura Offshore, Pertamina Participating Interest (PI) dan juga kemitraan lainnya untuk mengoperasikan blok di luar negeri.  Dengan demikian, PHE merupakan induk perusahaan bagi  setiap anak perusahaan yang memiliki Participating Interest (PI). 
PHE akan terus berkembang karena setiap ada Participating Interest baru, berarti ada anak perusahaan baru yang akan dikelola oleh PHE. Saat ini, PHE memiliki 36 anak perusahaan di dalam negeri, yang terdiri atas 9 anak perusahaan yang mengelola JOB-PSC (Joint Operating Body-Production Sharing Contract)16 anak perusahaan pemegang Participacing Interests Division berupa Indonesia Participating Interests Division dan Pertamina Participating Interest, dan 9 anak perusahaan yang mengelola Production Sharing Contract - Gas Metana Batubara (PSC-GMB).
Di luar negeri, PHE memiliki satu anak perusahaan yaitu, PHE Australia yang memiliki 10% license di Blok VIC/L26, VIC/L27 dan VIC L/28 BMG Australia. Di samping itu PHE juga bekerja sama dengan mitra untuk mengelola lahan di Blok SK-305 Sarawak, Malaysia; Blok-13 di lepas pantai Laut Merah, Sudan, Blok-3 Qatar, Blok 17-3 Sabratah dan Blok 123-3 Sirte yang berlokasi di Libya.
B.     Visi Misi dan Struktur Organisasi PT. Pertamina Hulu Energi
Visi:
Menjadi perusahaan minyak dan gas bumi hulu kelas dunia.
Misi :
Melaksanakan pengelolaan operasi dan portofolio usaha sektor hulu minyak dan gas bumi secara professional dan berdaya laba tinggi serta memberikan nilai tambah bagi stakeholders.

Text Box: DIREKTUR UTAMAStruktur Organisasi :






























Text Box: VP Aset Overseas





Text Box: VP Human Capital & Adm



Text Box: VP Aset Jambi




Text Box: VP Aset South Sumatra – jawa  GMB


Text Box: VP Pendanaan &Perndaharaan







Text Box: VP Kontroler




Text Box: VP ONWJ










Text Box: Manajer ITC




 






















C.    Strategi PT. Pertamina Hulu Energi
1.      Strategi Korporat
Strategi Korporat adalah garis besar cara PT. PHE dalam mengelola portofolio wilayah kerja migas eksisting yang optimal.
a.       Tujuan Perusahaan Prioritas Untuk Masa Depan :
Pertamina hulu energi mempunyai tujuan untuk menjadi perusahaan minyak hulu nasional kelas dunia. Pertamina hulu energi dalam usahanya selalu berinovasi melalui gagasan seluruh personel yang dimilikinya, pelaksanaan riset terhadap kualitas produk BBMnya, serta berusahan untu mempertahankan standar dan mutu segala produknya serta melakukan kontrol terhadap tingkat produksinya. Dengan berpegang pada prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang handal. Pertamina hulu energi berharap akan dapat memberikan peluang dan pertumbuhan, sehingga tetap memberikan kontribusi sebagai perusahaan penyumbang APBN Negara Republik Indonesia melalui pembayaran pajak maupun deviden kepada Pemerintah.

b.      Analisis SWOT :
Ø  Strength (Kekuatan)
No.
Strength (Kekuatan)
1
Merk pertamina sudah kuat.
3
Kualitas pelayanan kepada pelanggan memuaskan.
4
Dikelola secara profesional.
5
Menghindari benturan kepentingan antar departemen.
6
Tidak mentoleransi suap.
7
Menjunjung tinggi kepercayaan antar karyawan dan pimpinan.
8
Memiliki integritas yang tinggi.
9
Berpedoman pada asas-asas tata kelola korporasi yang baik.
10
Kinerja keuangan yang baik.
11
Kualitas produk yang lebih baik dari pada produk substitusi.
12
Pemasaran perusahaan cukup optimal.



Ø  Weakness (Kelemahan)
No.
Weakness (Kelemahan)
1
Ketergantungan pasokan pada satu pemasok.
2
Pada saat perusahaan mulai berkembang, mengalami kekurangan modal kerja.
3
Hasil produksi mengakibatkan limbah yang sangat merugikan bagi masyarakat sekitar.
4
Masih minimnya alat-alat produksi sehingga hasil bahan mentah masih harus diolah di luar negeri.
5
Masih banyak SDM yang belum terampil sehinga harus dilatih agar bias mengolah sendiri
6
Jaringan distribusi nasional yang kurang optimal.
7
Manajemen pengelolaan lapangan yang dimiliki pertamina masih lemah.
8
Keterbatasan sumber daya bahan baku.

Ø  Opportunity (Peluang)
No.
Opportunity (Peluang)
1
Pertumbuhan ekonomi Indonesia.
2
Pertumbuhan kendaraan bermotor.
3
Pertumbuhan industri Indonesia.
4
Besarnya pasar untuk produk minyak pada dunia internasional.
5
Potensi penghapusan subsidi BBM bagi industri.
6
Undang-undang pemerintah yang melindungi.
7
Tingginya loyalitas dan kepercayaan masyarakat.
8
Masih tingginya tingkat ketergantungan masyarakat pada produk pertamina.
9
Untuk kedepannya, perusahaan kompetitor tidak diberi subsidi oleh pemerintah sehingga harga produh lebih mahal.
10
Munculnya varian bahan bakar.
11
Adanya modernisasi kilang minyak oleh pemerintah.

Ø  Threat (Ancaman)
No.
Threat (Ancaman)
1
Kenaikan harga minyak mentah dunia.
2
Munculnya bubble pada ekonomi Indonesia.
3
Adanya persaingan tidak sehat pada dunia industri.
4
Naiknya inflasi di Indonesia.
5
Potensi politik yang tidak stabil di negara penghasil minyak.
6
Munculnya peraturan pembatasan penggunaan BBM.
7
Penurunan cadangan minyak mentah Indonesia.
8
Adanya pihak luar yang campur tangan dalam lifting minyak.
9
Adanya perusahaan minyak asing.
10
Munculnya bahan bakar alternatif.
11
Perusahaan asing memiliki teknologi yang lebih canggih.

Berdasarkan pemetaan dan analisa SWOT, maka strategi korporasi PT PHE adalah “Pertumbuhan yang Fokus pada Bisnis Migas di Dalam Negeri dan Selektif di Luar Negeri”.

2.      Strategi Bisnis
Strategi bisnis adalah garis besar cara PT PHE agar setiap wilayah kerja migas yang dikelola dapat memenangkan persaingan (profitable), maka strategi bisnis PT PHE adalah sebagai berikut :
a.       Meningkatkan keuntungan perusahaan melalui :
·         Penambahan produksi melalui optimalisasi asset eksisting, pengembangan lapangan, kegiatan EOR dan kegiatan eksplorasi.
·         Optimalisasi biaya dengan melakukan evaluasi struktur biaya setiap asset dan mengurangi biaya produksi.
·         Pertumbuhan cadangan melalui kegiatan eksplorasi.
b.      Menerapkan HSSE excellence :
-        Hasil tertinggi kinerja HSE tercapai melalui pendekatan yang terstruktur.
-        Patuh kepada peraturan yang berlaku.
-        HSE sebagai bagian dari budaya operasi.
-        Pengakuan oleh pihak eksternal.

c.       Membangun SDM yang capable and competitive.
Selain tiga hal di atas, saat ini PT. Pertamina Hulu Energi juga melakukan strategi bisnis sebagai berikut :
ü  Memfokuskan pada usaha inti di bidang minyak gas dan bahan bakar nabati.
ü  Meletakkan dasar komersial sebagai pertimbangan terpenting dalam semua keputusan bisnisnya.
ü  Menerapkan prinsip-prinsip tata kelola korporasi setara dengan perusahaan public.
ü  Mempekerjaan SDM terbaik di bidangnya baik dari dalam maupun dari luar negeri.
ü  Membangun lingkungan bisnis yang sehat bersama mitra bisnis yang profesional terpercaya dan berintegritas.
ü  Melakukan investasi untuk menopang pertumbuhan dengan kemampuan sendiri maupun bekerjasama dengan mitra bisnis yang terpercaya.
ü  Membangun kemampuan teknologi riset dan pengembangan bersama dengan perguruan tinggi dan lembaga ilmu pengetahuan lainnya.
Di bisnis hulu, strategi “Aggressive Upstream” diarahkan untuk menjamin keberadaan sumber energi demi kelangsungan bisnis perseroan maupun demi kepentingan nasional, melalui peningkatan produksi dan cadangan migas secara organic maupun an-organik.

3.      Strategi Fungsional
Pelaksanaan strategi fungsional PT. Pertamina Hulu Energi antara lain yaitu :
Ø  Strategi Penguasaan Block dengan Anak Perusahaan
Pengalaman pertamina di sektor hulu memang lebih dikenal sebagai penggarap ladang-ladang migas di daratan alias onshore. Maka dengan cerdas, pertamina melakukan terobosan masuk ke offshore, baik shallow maupun deep water. Pertamina menggandeng perusahaan yang sudah kampiun di bidang ini seperti StatOil, Petrobras, dan Shell untuk beberapa lading offshore Indonesia.
Ø  Strategi Beasiswa Berkelanjutan
Dengan program beasiswa berkelanjutan dari pertamina bagi masyarakat Indonesia (pelajar dan mahasiswa) akan mendorong perusahaan dipercaya oleh masyarakat, dengan adanya masyarakat yang merasakan manfaat adanya program ini maka secara tidak langsung masyarakatpun akan selalu berharap perusahaan tetap bertahan dan terus ada. Pertamina memberikan beasiswa kepada lebih dari 2200 siswa kurang mampu dari tingkat SD sampai dengan SLTA dan lebih dari 100 mahasiswa Perguruan Tinggi. Selain pendidikan formal, pertamina juga memberikan bantuan pendidikan ketrampilan kepada lebih dari 2000 orang anak-anak putus sekolah dan turut mendukung program Education for All (EFA) untuk pendidikan kepada tuan netra.
Ø  Program Strategi PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan)
Sesuai SK Menteri Keuangan RI No. 316/KMK.016/1994 tanggal 27 Juni 1994, BUMN termasuk pertamina diwajibkan melakukan pembinaan terhadap usaha kecil dan koperasi dalam rangka mendukung pemerintah.
Ø  Pengembangan SDM
Pengembangan SDM difokuskan kepada penciptaan pekerja yang profesional, berkomitmen, berdedikasi dan berorientasi bisnis dengan lebih meningkatkan kapabilitas, capacity building. SDM-nya dididik dan di-training sehingga mereka memberikan nilai tambah yang maksimal untuk pemegang saham dan perusahaan.
Ø  Melaksanakan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance/ GCG) dan mengembangkan budaya perusahaan.















BAB III
PENUTUP

A.    Simpulan
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero). Perusahaan ini menyelenggarakan usaha hulu di bidang minyak, gas bumi dan energi lainnya. Melalui pengelolaan operasi dan portofolio usaha sektor hulu minyak dan gas bumi serta energi lainnya secara fleksibel, lincah dan berdaya laba tinggi, PHE mengarahkan tujuannya menjadi perusahaan multi nasional yang terpandang di bidang energi, dan mampu memberikan nilai tambah bagi stakeholders.
Ada tiga tingkatan strategi usaha yang digunakan oleh PT. Pertamina Hulu Energi yaitu: (1) strategi korporat yang berdasarkan pemetaan dan analisa SWOT. Strategi tersebut adalah “Pertumbuhan yang Fokus pada Bisnis Migas di Dalam Negeri dan Selektif di Luar Negeri”. (2) Strategi bisnis yang digunakan oleh PT PHE agar setiap wilayah kerja migas yang dikelola dapat memenangkan persaingan (profitable) adalah dengan meningkatkan keuntungan perusahaan, menerapkan HSSE excellence, serta Membangun SDM yang capable and competitive. (3) Strategi fungsional PT. PHE yang terdiri dari Strategi Penguasaan Block dengan Anak Perusahaan, Strategi Beasiswa Berkelanjutan, Program Strategi PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan), Pengembangan SDM, serta Melaksanakan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance/ GCG) dan mengembangkan budaya perusahaan.

B.     Saran
Perkembangan dunia yang semakin canggih dan kompleks membuat PT Pertamina Hulu Energi harus senantiasa siap menghadapi perubahan. Pemantauan dan evaluasi terhadap jalannya berbagai strategi-strategi perusahaan haruslah di lakukan secara intensif, agar tidak meleset dari tujuan perusahan dan dapat mengikuti tuntutan dunia.



DAFTAR PUSTAKA

http;//pertamina.com.Di akses pada Senin, 22 September 2014.
Mulya,rudini.2014.Kelompok(IV)-StrategiBisnisPertamina.Academia.edu.htm
Diakses pada Senin, 22 September 2014.
Seto, dimas.2010. analisis swot pada pt. pertamina (persero).adimas-setyono-
putro.blogspot.com. Di akses pada Senin, 22 September 2014.
Rina.2011.Analisa perusahaan tentang strategi bisnis.rinafarida-rina.blogspot.com.
Di akses pada Senin, 22 September 2014.
Sudibya.2012.PT Pertamina Hulu Energi. Capunk-cr9.blogspot.com. Di akses pada Senin,
22 September 2014.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar