Jumat, 11 November 2016

                                                        Review Artikel
Peran Budaya Kerja Kekeluargaan, Komitmen Afektif, dan Turnover Karyawan
Aminah Ahmad, Zahorah Omar
Jounal of American Science, 2010;6(12)  http://www.americanscience.org

1.      Pendahuluan
Perputaran karyawan dapat membahayakan rencana strategis organisasi untuk mencapai tujuannya (Abasi dan Hollman, 2008). Aminah dan Zoharah, 2008; Perrewe’, Treadway dan Hall, 2003) menunjukkan perubahan yang banyak dalam menangani peran pekerjaan dan keluarga. dan karena itu diharapkan organisasi menjadi lebih sensitif terhadap tanggung jawab keluarga karyawan dan kebutuhan di luar tempat kerja. Penelitian ini mengacu pada teori pertukaran sosial (Blau, 1964) untuk menguji hubungan antar variabel tersebut.Teori pertukaran sosial dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan antara keluarga – dukungan budaya kerja dan komitmen karyawan untuk organisasi dan niat keluar karyawan.
2.      Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji peran dukungan budaya kerja keluarga dalam mengurangi tingkat perputaran karyawan dan peran mediasi dari komitmen afektif dalam hubungan antara pengaruh dukungan budaya kerja keluarga.
3.      Hipotesis dan Pengembangannya
Pada dasarnya, adanya peran budaya kerja kekeluargaan, komitmen afektif dapat mengurangi tingkat keinginan karyawan untuk berindah tempat kerja. Hal ini dikarenakan terciptanya kenyamanan selama bekerja.Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa karyawan yang menemukan bahwa organisasi mereka kurang responsif terhadap kebutuhan keluarga mereka akan kurang merespon terhadap kebutuhan keluarga mereka akan kurang berkomitmen untuk organisasi dan karenanya dapat meninggalkan organisasi (Haar dan Spell, 2004; Rothbard, Philips dan Dumas, 2005; Wang dan Walumba, 2007).Berdasarkan hal tersebut di peroleh hipotesis H1. Terdapat hubungan positif antara persepsi dukungan keluarga, budaya kerja dan komitmen afektif. H2. Terdapat korelasi negative antara dukungan keluarga, budaya kerja, dan turnover intention. H3. Terdapat hubngan negative antara komitmen afektif karyawan dan niat untuk berpindah karyawan. H4. Komitmen afektif memediasi hubungan antara persepsi keluarga, dukungan budaya kerja dan turnover intention.4.      Teori yang digunakan
Allen (2001) mengemukakan bahwa dukungan keluarga dan organisasi mengacu pada kepentingan organisasi dalam membantu karyawan mencapai keseimbangan antara keluarga dan praktik kerja di perusahaan. Thompson, Beauvais, dan Lyness (1999) memperkenalkan konsep budaya kerja keluarga yang mencakup tiga dimensi, yaitu dukungan manajerial untuk keseimbangan pekerjaan – keluarga, konsekuensi karir yang terkait dengan memanfaatkan kerja – keluarga, ddan pencapaian waktu organisasi yang dapat mengganggu tanggung jawab keluarga.5.      Metodologi penelitian
Sampel yang digunakan sebanyak 693 karyawan dari 20 perusahaan jasa swasta di Lembah Klang, pemilihan sampel tersebut didasari atas perusahaan dengan minimal 100 karyawan dengan cara menyebar kuesioner. Pengukuran kuesioner dengan skala likert 1-5 mulai sangat tidak setuju sampai sangat setuju. Teknik analisis data menggunakan statistic deskriptif, dan regresi berganda.6.      Hasil dan pembahsan
Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa dukungan budaya kerja keluarga dirasakan secara positif berkaitan dengan niat perputaran karyawan dan komitmen afektif karyawan memediasi hubungan antara dukungan budaya kerja keluarga dan keinginan keluar karyawan.
7.      Simpulan dan saran
Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa adanya dukungan kerja bagi keluarga diperlukan sebagai mediator hubungan turnover intention dan komitmen afektif. Saran yang bisa diberikan adalah  perlunya seorang  pimpinan untuk membuat  program sebagai pemahaman dalam dukungan budaya kerja keluarga.  

1 komentar:

  1. Lucky Club - Lucky Club Casino Site
    Play casino games. If you are a fan luckyclub.live of slots, you may be wondering about the Lucky Club casino site, with bonuses up for grabs. Lucky Club is the

    BalasHapus